[J1 League Jepang 26-27] Analisis & Preview Vissel Kobe vs Nagoya Grampus Kick-off: 31 Oktober, 13.00 WIB
Rekor kandang tak terkalahkan dan keunggulan head-to-head Vissel Kobe memang terlihat jelas. Namun, jika melihat bagaimana mereka belakangan ini bergantung pada penyelamatan gemilang, potensi Nagoya Grampus untuk mencetak gol juga patut diperhitungkan dalam laga ini.
1. Gambaran Pertandingan dan Kondisi Kedua Tim
Vissel Kobe yang menempati peringkat ke-5 terpaut 4 poin dari pemuncak klasemen dan membidik kemenangan pertama mereka dalam 3 pertandingan liga terakhir. Pelatih Michael Skibbe memperkirakan kedua tim akan bermain menyerang layaknya pertemuan sebelumnya (Nikkan Sports, 29 Oktober). Vissel Kobe merebut kembali bola lewat pressing tinggi dan melancarkan serangan melalui umpan silang dari sisi kanan. Gol penentu kemenangan atas Daejeon Hana Citizen juga lahir dari sundulan Ren Komatsu menyambut umpan silang Gotoku Sakai. Skibbe mengakui bahwa kesalahan saat melakukan pressing di posisi tinggi pada laga tersebut sempat membuka celah serangan balik bagi lawan (InterFootball, 27 Oktober).
Meski Vissel Kobe menorehkan 7 kemenangan dan 2 hasil imbang dalam 9 laga kandang resmi, kualitas pertahanan mereka sulit dijelaskan hanya dari hasil tersebut semata. Dari 7 laga resmi dengan data expected goals yang tercatat, 6 di antaranya menunjukkan expected goals conceded yang lebih tinggi daripada expected goals mereka. Kiper Shuichi Gonda melakukan 5 penyelamatan saat menghadapi Daejeon Hana Citizen dan menggagalkan sejumlah peluang emas lawan pada laga-laga terkini lainnya. Anderson Lopes sulit untuk segera kembali merumput akibat nyeri lutut yang kambuh (Nikkan Sports, 29 Oktober). Kendati demikian, Yuya Osako, Ren Komatsu, dan Yoshinori Muto telah berbagi peran di lini serang. Kembalinya Daiju Sasaki dari cedera juga menambah variasi serangan di babak kedua.
Nagoya Grampus di peringkat ke-11 mengakhiri waktu normal dalam 3 laga terakhir mereka dengan skor identik 1-1. Mereka melepaskan 24 tembakan saat melawan Urawa Reds dan 21 tembakan saat bersua Yokohama F. Marinos, tetapi gagal menambah gol. Pelatih Mihailo Petrovic menilai timnya mampu membongkar pertahanan lawan dalam proses menyerang, namun kurang tajam dalam penyelesaian akhir (Chunichi Sports, 30 Oktober). Tomoki Takamine harus absen karena sanksi larangan bertanding usai menerima kartu merah melawan Urawa Reds. Meski Sho Inagaki dan Masahito Ono bisa mengawal lini tengah, opsi rotasi di babak kedua yang biasa dihadirkan Takamine kini berkurang.
Nagoya Grampus harus melakoni babak perpanjangan waktu 120 menit di tengah pekan, sementara Vissel Kobe baru kembali dari laga tandang di Korea Selatan. Kedua kubu sama-sama mengatur menit bermain sejumlah pemain pilar. Secara khusus, Yuya Osako dan Yoshinori Muto dari Vissel Kobe telah melahap sesi latihan pada 29 Oktober (Nikkan Sports, 29 Oktober). Hal ini memang belum memastikan mereka turun sebagai starter, tetapi memperbesar peluang para penyerang utama tersebut untuk terlibat dalam skema pressing.
2. Analisis Matchup
Duel pertama adalah pressing tinggi Vissel Kobe melawan build-up dari lini belakang Nagoya Grampus. Nagoya Grampus kebobolan lebih awal saat menghadapi Yokohama F. Marinos usai kehilangan bola di area pertahanan sendiri yang kemudian dimanfaatkan lewat tusukan dari sisi sayap. Vissel Kobe juga kerap mengancam gawang lawan setelah merebut bola lewat pressing di lini depan pada babak pertama kontra FC Machida Zelvia (Kobe Shimbun, 24 Oktober). Jika Nagoya Grampus gagal keluar dari tekanan, mereka akan dipaksa bertahan di area sendiri. Namun jika berhasil meloloskan diri, mereka dapat melancarkan serangan balik ke ruang kosong di belakang para pemain Kobe yang naik membantu serangan, persis seperti yang dialami Kobe saat bersua Daejeon Hana Citizen.
Duel kedua melibatkan umpan silang kedua tim dan penjagaan di tiang jauh (far post). Vissel Kobe mencetak gol dari umpan silang Gotoku Sakai di sisi kanan yang dituntaskan sundulan Ren Komatsu, sementara saat menghadapi Kawasaki Frontale, mereka kebobolan akibat umpan silang lawan dari sisi kanan yang disambar sundulan di tiang jauh. Nagoya Grampus belakangan ini juga mencetak gol lewat skema umpan silang, tetapi pada babak perpanjangan waktu melawan Urawa Reds, mereka justru kebobolan gol penentu kemenangan lawan dari sundulan menyambut umpan silang dari sisi kiri. Nagoya Grampus yang menerapkan man-marking harus mengawal pergerakan penyerang hingga ke tiang jauh saat membiarkan Gotoku Sakai mengirimkan umpan silang. Pelatih Petrovic pun mewaspadai situasi bola mati serta kemelut di depan gawang dari Vissel Kobe (Chunichi Sports, 30 Oktober).
Dalam 7 dari 10 laga resmi terakhir Vissel Kobe, skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum. Karena itu, sekalipun tanpa gol di paruh pertama, peluang Vissel Kobe mencetak gol di babak kedua tetap terbuka. Nagoya Grampus belakangan ini membuktikan produktivitas tembakan dan gol dari sisi sayap yang cukup, tetapi konsistensi mereka dalam menyerang serta transisi bertahan hingga akhir babak kedua usai melakoni perpanjangan waktu tengah pekan menjadi tanda tanya. Jika Vissel Kobe melakukan kesalahan saat pressing atau membiarkan umpan silang masuk, sulit untuk terus berharap hanya pada aksi penyelamatan Shuichi Gonda guna mencegah kebobolan.
3. Kesimpulan Akhir
Pasaran lebih mengunggulkan tim tuan rumah dengan mempertimbangkan rekor 9 laga kandang resmi Vissel Kobe yang tak terkalahkan, keunggulan 6 kemenangan dan 3 hasil imbang dalam 9 pertemuan resmi terakhir kontra Nagoya Grampus, serta faktor kelelahan tim tamu akibat perpanjangan waktu dan absennya Tomoki Takamine (Nikkan Sports, 29 Oktober). Arah prediksi kami sejalan dengan pasaran. Pressing Vissel Kobe diperkirakan dapat mengganggu build-up lini belakang Nagoya Grampus, sembari membuka peluang gol lewat umpan silang dari sayap dan skema bola mati.
Kendati demikian, kami menilai pertahanan Vissel Kobe tidak sekukuh catatan tak terkalahkan di kandang mereka. Nagoya Grampus berpotensi mencetak gol lewat tembakan setelah mematahkan pressing, atau memanfaatkan gelombang serangan kedua pasca umpan silang dan sepak pojok. Apabila Yuya Osako dan Yoshinori Muto tidak turun sejak menit awal, intensitas pressing Vissel Kobe akan menurun dan keunggulan mereka pun berkurang. Kami memperkirakan kedua tim sama-sama mencetak gol, dengan Vissel Kobe yang unggul dalam daya serang babak kedua keluar sebagai pemenang lewat selisih satu gol.
[Kesimpulan Akhir per Pasaran] Hasil Akhir: Menang (Vissel Kobe) — Pressing lini depan berpeluang mengeksploitasi build-up Nagoya Grampus, ditambah kelelahan fisik akibat perpanjangan waktu serta absennya Tomoki Takamine yang membatasi opsi tim tamu di babak kedua Handicap -1: Seri — Celah serangan balik akibat kesalahan pressing Vissel Kobe dan umpan silang Nagoya Grampus menjadi jalur gol balasan yang membuat margin tetap di selisih satu gol Over/Under 2.5: Over — Pendekatan menyerang dari kedua pelatih, skema man-marking Nagoya Grampus, serta tingginya expected goals conceded Vissel Kobe membuka jalan bagi kedua tim mencetak gol