[LaLiga Spanyol 2026-27] Pratinjau Analisis Athletic Bilbao vs Getafe Kick-off: 25 Oktober pukul 20.00 WIB
Athletic Bilbao dan Getafe akan melakoni laga pekan ke-10 LaLiga di San Mames pada 25 Oktober pukul 20.00 WIB. Kedua tim sama-sama mengoleksi 9 poin dan hanya berjarak 1 poin dari zona degradasi. Di saat Athletic Bilbao berupaya mengakhiri rentetan 4 laga tanpa kemenangan, Getafe mengincar gol dan poin tandang pertama mereka di liga musim ini.
1. Gambaran Pertandingan dan Situasi Kedua Tim
Berdasarkan klasemen per 24 Oktober dari pusat data, Athletic Bilbao menempati peringkat ke-15 dari 8 laga, sementara Getafe berada di posisi ke-16 dari 9 laga. Athletic Bilbao masih menyisakan laga tandang tunda melawan Rayo Vallecano. Meski ada perbedaan jumlah pertandingan yang dimainkan, tim mana pun yang kalah pada laga ini akan memulai pekan berikutnya tepat di atas zona merah.
LaLiga 2026-27 Peringkat · Poin: Athletic Bilbao ke-15 · 9 poin / Getafe ke-16 · 9 poin Gol · Kebobolan: Athletic Bilbao 8 · 9 / Getafe 5 · 11 Rekor Kandang: Athletic Bilbao 1 menang, 2 seri, 1 kalah / Getafe 2 menang, 3 seri Rekor Tandang: Athletic Bilbao 1 menang, 1 seri, 2 kalah / Getafe 4 kalah
Setelah menghadapi Alaves pada 19 September, Athletic Bilbao sempat tidak memainkan pertandingan resmi selama 29 hari sebelum akhirnya menjalani dua laga tandang beruntun kontra Valencia dan Levante. Mereka bermain imbang 0-0 melawan Valencia, lalu kalah 1-3 dari Levante. Laga ini menjadi penampilan kandang pertama mereka sejak 19 September. Sementara itu, Getafe menjalani jadwal padat dengan 4 pertandingan dalam tempo singkat, mulai dari laga tandang ke Universitatea Craiova pada 16 Oktober, disusul duel melawan Rayo Vallecano dan Lugano, hingga lawatan ke San Mames. Kendati demikian, sebagian besar pemain pilar liga diistirahatkan atau baru turun di babak kedua saat melawan Lugano. Padatnya jadwal tidak bisa langsung diartikan sebagai kelelahan bagi para starter hari ini.
Catatan tanpa kemenangan Athletic Bilbao dalam 4 laga terakhir bukan karena mereka sama sekali gagal menciptakan peluang. Dalam 4 pertandingan yang memiliki data expected goals (xG), total xG mereka mencapai 6,50, tetapi hanya menghasilkan 2 gol riil. Dari 73 tembakan, hanya 15 yang tepat sasaran. Terlebih saat tampil di kandang, mereka hanya mampu bermain 1-1 kontra Elche dan 0-0 melawan Alaves. Dari 23 tembakan saat menghadapi Alaves, 15 di antaranya dilepaskan dari luar kotak penalti. Ketika lawan mempersempit celah di tengah, penguasaan bola dan tembakan mereka gagal dimaksimalkan menjadi penyelesaian akhir di dalam kotak penalti.
Pelatih Edin Terzic berupaya meningkatkan penguasaan bola dan positional play. Namun, saat memetik kemenangan musim ini atas Celta Vigo dan Atletico Madrid, serangan cepat setelah merebut bola kembali justru terbukti lebih efektif. Jika Getafe menumpuk personel bertahan di lini belakang, ruang serangan balik seperti laga-laga itu akan berkurang. Itulah alasan mengapa potensi Athletic Bilbao mendominasi penguasaan bola tidak serta-merta menjamin lahirnya gol.
Masalah Getafe lebih terletak pada penciptaan peluang ketimbang penyelesaian akhir. Dari 9 laga liga, mereka baru mencetak 5 gol, dan menelan kekalahan di seluruh 4 laga tandang tanpa membukukan sebiji gol pun. Total xG dari 6 laga liga yang memiliki catatan statistik adalah 3,42. Sebaliknya di kandang, mereka hanya kebobolan 3 gol dalam 5 laga dan mengumpulkan seluruh 9 poin mereka di sana. Tim asuhan Jose Bordalas terbiasa menjaga kerapian pertahanan dalam laga-laga ketat liga, tetapi di laga tandang, kemampuan menyerang maupun menekan angka kebobolan mereka tidak sebaik saat di kandang. Kekalahan 2-5 dari Lugano di Conference League juga harus dilihat dengan mempertimbangkan faktor diistirahatkannya banyak pemain utama liga.
Absennya sejumlah pemain kunci di kedua kubu berdampak langsung pada skema transisi menyerang dan bertahan.
Tim Athletic Bilbao: Absen penting Aymeric Laporte, Oihan Sancet, Gorka Guruzeta / Perkiraan perubahan: Alur umpan vertikal dari belakang, koneksi lini tengah, dan susunan lini depan mengalami perubahan Getafe: Absen penting Djene Dakonam, Zaid Romero, Orel Mangala / Perkiraan perubahan: Duet bek tengah berganti dan opsi rotasi lini tengah berkurang
Laporte absen akibat skors kartu merah pada laga kontra Levante. Sancet dan Guruzeta menepi karena cedera. Posisi sentral yang biasa diisi Sancet diprediksi akan dipercayakan kepada Peio Canales, sedangkan ujung tombak bisa ditempati Inaki Williams atau Maroan Sannadi. Nico Williams sempat tampil di pengujung laga melawan Levante, namun status starternya belum dipastikan. Di sisi lain, Getafe harus merombak lini belakang tanpa dua bek tengah utama liga, Djene dan Romero. Jean Ives Valou diperkirakan turun, tetapi masih ada ketidakpastian apakah mereka akan memakai formasi 4 bek atau 5 bek.
Dalam 5 pertemuan terakhir kedua tim di LaLiga yang dihelat di San Mames, Athletic Bilbao mencatat 4 kali seri dan 1 kali kalah. Musim lalu, Getafe menang 1-0 di San Mames dan unggul 2-0 di kandang. Namun, saat itu Athletic Bilbao masih ditangani Ernesto Valverde, dan Getafe hari ini pun tidak bisa menurunkan kombinasi bek tengah dan lini tengah yang sama persis. Ketimbang rekor masa lalu, cara Bordalas meredam jalur serangan utama lawan justru menjadi rujukan yang lebih relevan untuk hari ini.
2. Analisis Duel Antarlini
Dominasi penguasaan bola Athletic Bilbao berhadapan dengan posisi garis pertahanan Getafe diprediksi menjadi pola dasar laga ini. Pelatih Bordalas beberapa kali memasang 4 bek atau 5 bek tergantung lawan, serta memadukan garis tekanan tinggi dengan blok rendah. Usai kemenangan di San Mames musim lalu, ia menjelaskan bahwa mereka menerapkan penjagaan ganda terhadap Nico Williams serta menutup ruang bagi Sancet untuk menerima bola di belakang garis gelandang. Hari ini, absennya Sancet mengurangi jalur tengah yang perlu diwaspadai Getafe. Sebaliknya, komposisi pemain yang mengawal Nico Williams saat itu juga sudah berbeda.
Pelatih Terzic memasang Johaneko Louis Jean di sisi kanan agar serangan tidak bertumpu di sisi kiri saja, yang berisiko membuat lawan menumpuk pertahanan di sana. Jika Nico Williams turun sejak menit awal, Getafe harus menyiapkan pemain bertahan untuk meredam tusukan satu lawan satu di kiri sekaligus meladeni Louis Jean dan Hugo Rincon di kanan. Sebaliknya jika Nico Williams tidak menjadi starter, Getafe akan lebih mudah membagi fokus pertahanan di kedua sisi sayap. Dalam situasi apa pun, Athletic Bilbao wajib melewati bek sayap lawan lalu mengirim umpan silang atau cutback ke pemain di dalam kotak penalti. Jika umpan silang yang terblok dan tembakan dari luar kotak kembali terulang seperti pada laga kontra Elche dan Alaves, keuntungan penguasaan bola akan terbuang.
Duet bek tengah baru Getafe bertugas mengantisipasi umpan-umpan silang tersebut. Valou, yang diperkirakan mengisi pos Djene dan Romero, sempat membuat kesalahan sesaat sebelum kebobolan saat menghadapi Craiova dan Lugano. Dani Carvajal juga dinilai kesulitan mengimbangi kecepatan serangan sayap lawan pada laga melawan Rayo Vallecano. Meski demikian, kebobolan 5 gol saat melawan Lugano tidak bisa dijadikan tolok ukur murni performa lini belakang hari ini. Sekalipun Athletic Bilbao mampu membuka ruang di sisi sayap, persoalan tumpulnya para penyerang tengah yang belum mencetak gol di liga musim ini tetap membayangi. Menurunkan Robert Navarro sebagai second striker bisa menambah kehadiran pemain di kotak penalti, tetapi opsi tersebut belum menjadi susunan starter yang pasti.
Di sisi lain, tekanan Getafe bisa diarahkan ke lini belakang Athletic Bilbao yang tampil tanpa Laporte. Saat melawan Levante, Athletic Bilbao kehilangan bola saat mencoba membangun serangan ke dalam, lalu gagal membuang bola liar sehingga berujung kebobolan. Bila Getafe berhasil merebut bola di area lawan, mereka dapat menciptakan peluang tembakan dari jarak dekat, aspek yang minim bagi mereka di laga tandang. Pada kemenangan di San Mames musim lalu, Bordalas juga menekankan pressing tinggi dan perebutan bola di sepertiga akhir lapangan. Namun, menaikkan garis pertahanan untuk menekan berisiko membuka ruang di belakang bek yang sempat dimanfaatkan Athletic Bilbao kala membungkam Celta Vigo dan Atletico Madrid. Titik awal Getafe memulai pressing akan memengaruhi peluang kedua kubu.
Situasi bola mati juga menjadi jalan bagi Getafe untuk mengakhiri kemandulan tandang. Saat menghadapi Malaga, peluang sundulan lahir dari umpan silang dan sepak pojok Ramon Terrats, dengan Enes Unal ikut melepaskan tembakan dalam skema tersebut. Unal sempat mengalami cedera pergelangan kaki kontra Lugano, tetapi ia telah menuntaskan sesi latihan normal dan masuk dalam skuad laga ini. Athletic Bilbao akan menghadapinya dengan kombinasi bek tengah baru tanpa Laporte. Karena Unal belum tentu menjadi starter, bobot efektivitas skema ini akan bergantung pada susunan penyerang yang sebenarnya diturunkan.
Seiring berjalannya waktu, opsi pergantian pemain dari kedua kubu akan memegang peranan penting. Athletic Bilbao dapat memasukkan opsi penyerang dan pemain sayap di babak kedua jika mereka tidak bermain sejak awal. Sementara itu, Getafe hanya mendaftarkan 4 nama yang berposisi murni sebagai gelandang dalam skuad, sehingga fleksibilitas pergantian di lini tengah cukup terbatas tergantung komposisi starter. Meski demikian, pergantian pemain tidak otomatis menjamin lahirnya gol bagi Athletic Bilbao di babak kedua. Bordalas sempat mengubah jalannya laga dan menyamakan kedudukan lewat pergantian saat turun minum melawan Rayo Vallecano. Athletic Bilbao sendiri mampu mencetak 3 gol di babak kedua setelah imbang 0-0 saat turun minum kontra Atletico Madrid, tetapi gagal memecah kebuntuan dalam situasi serupa saat melawan Alaves.
Jika Athletic Bilbao memimpin lebih dulu, Getafe dituntut menampilkan respons menyerang yang belum pernah mereka tunjukkan di laga tandang musim ini. Begitu mereka naik menekan, ancaman serangan balik Athletic Bilbao pun harus diantisipasi. Sebaliknya bila Getafe mencetak gol pembuka, Athletic Bilbao akan meningkatkan penguasaan bola untuk mengejar ketertinggalan, namun risiko terkena serangan balik lawan usai pressing agresif seperti saat melawan Levante akan semakin besar. Bila skor kacamata bertahan lama, strategi bertahan Bordalas bisa berjalan efektif, meski ketahanan duet bek tengah baru dan minimnya opsi rotasi lini tengah untuk mempertahankan skema tersebut hingga akhir laga masih harus dibuktikan di lapangan.
3. Penilaian Akhir dan Kesimpulan
Kami memperkirakan jalannya pertandingan akan didominasi penguasaan bola Athletic Bilbao dengan peluang yang dibangun dari kedua sisi sayap. Namun, absennya Sancet di lini tengah dan Guruzeta di ujung tombak memperbesar kemungkinan gol pembuka melawan pertahanan Getafe baru lahir di fase akhir. Getafe diprediksi tidak akan banyak menguasai bola untuk menyerang, melainkan membidik peluang lewat perebutan bola di lini belakang Athletic Bilbao atau situasi bola mati.
Pasaran luar negeri memberi bobot besar pada kemenangan tim tuan rumah, mengacu pada faktor kandang Athletic Bilbao, catatan nirgol tandang Getafe, serta keunggulan xG Athletic Bilbao. Penilaian bahwa Getafe minim menciptakan peluang saat tandang memang masih berlaku hari ini. Namun, kegagalan Athletic Bilbao mengonversi keunggulan xG menjadi gol nyata pernah terjadi pada laga kandang saat lawan merapatkan area tengah, persis seperti skenario laga ini. Kekalahan telak Getafe dari Lugano juga tidak mencerminkan kualitas sebagian besar pilar utama yang akan turun hari ini. Titik perbedaan pandangan kami dengan pasaran bukan pada potensi kemenangan Getafe, melainkan pada seberapa besar kemungkinan Athletic Bilbao menuntaskan laga dominan ini dengan kemenangan.
Prediksi skor kami adalah Athletic Bilbao 1-1 Getafe atau 0-0. Kami melihat skenario Athletic Bilbao mencetak 1 gol di pengujung laga lewat serangan sayap, sementara Getafe mencuri 1 gol dari bola mati atau perebutan bola di area pertahanan lawan tanpa Laporte, sebagai kemungkinan yang lebih kuat. Jika kedua tim gagal memaksimalkan kesempatan tersebut, laga berpotensi berakhir 0-0. Athletic Bilbao kerap buntu mengubah penguasaan bola menjadi gol saat menghadapi lawan yang bermain bertahan, Getafe minim peluang di laga tandang, dan kedua kubu hari ini sama-sama kehilangan sosok kunci di sektor penyerangan. Perkiraan ini bisa berubah apabila barisan pertahanan baru Getafe gagal menahan serbuan sayap Athletic Bilbao sejak babak pertama. Jika tuan rumah unggul cepat dan memaksa Getafe keluar menyerang, Athletic Bilbao berpeluang menambah gol lewat skema serangan balik.