[Liga Champions UEFA Fase liga 2026-27] Analisis dan pratinjau Sabah FK vs Slavia Praha Kick-off: 14 Oktober pukul 23.45 WIB
Sabah FK dan Slavia Praha akan bertanding pada laga kedua fase liga Liga Champions UEFA 2026-27 di Baku Olympic Stadium pada 14 Oktober pukul 23.45 WIB. Kedua tim sama-sama kalah pada laga pertama dan membutuhkan poin. Sabah FK akan menjalani laga kandang pertamanya di putaran utama, sementara Slavia Praha berusaha mengakhiri puasa kemenangan di putaran utama yang berlangsung sejak 2007. Tekanan pada awal pertandingan dan respons pertahanan di babak kedua bisa menentukan arah laga.
1. Gambaran pertandingan dan kondisi kedua tim
Sabah FK kalah 0-4 saat bertandang ke Manchester United, sedangkan Slavia Praha kalah 2-3 dari RC Lens setelah sempat unggul di kandang. Sabah FK lolos ke putaran utama Liga Champions untuk pertama kalinya setelah melewati 8 laga kualifikasi musim ini. Slavia Praha finis dengan 0 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 5 kekalahan di fase liga musim lalu, serta belum menang dalam 20 pertandingan putaran utama sejak September 2007. Kedua tim belum pernah bertemu secara resmi. Penyerang Slavia Praha, Sturm, pernah menghadapi Sabah FK saat membela Celje tahun lalu, tetapi pelatih dan susunan pemain Sabah FK saat itu berbeda dari sekarang.
Ringkasan Kondisi di liga: Sabah FK 5 menang dan 1 imbang dalam 6 laga, 14 gol dan 1 kebobolan / Slavia Praha tak terkalahkan dalam 9 laga pertama, memimpin klasemen Laga pertama Liga Champions: Sabah FK kalah 0-4 saat bertandang ke Manchester United / Slavia Praha kalah 2-3 di kandang dari RC Lens Laga terakhir: Sabah FK imbang 0-0 dengan Neftçi Baku / Slavia Praha menang 1-0 saat bertandang ke FC Zlín
Sabah FK memenangi keempat laga kandang di kualifikasi Liga Champions. Mereka bermain imbang 0-0 pada babak pertama melawan Aarhus, lalu mencetak 4 gol di babak kedua. Saat menghadapi Hapoel Be'er Sheva, mereka juga menambah 2 gol setelah skor 1-1 pada babak pertama dan menang 3-2. Namun, kedua laga itu dimainkan setelah kekalahan tandang pada leg pertama yang harus mereka kejar. Kali ini mereka tampil di putaran utama, dan stadionnya pun Baku Olympic Stadium, bukan kandang yang sudah akrab mereka gunakan di kualifikasi. Menurut petugas media Sabah FK, sekitar 51 ribu tiket terjual, termasuk tiket satu pertandingan dan paket tiket (Idman, 12 Oktober). Laga kandang pertama di putaran utama di hadapan banyak penonton ini tak bisa disamakan begitu saja dengan catatan kandang mereka di kualifikasi.
Slavia Praha masih memimpin liga Ceko tanpa kekalahan, tetapi hasil terakhir mereka di kompetisi Eropa berbeda. Setelah menghadapi RC Lens, mereka mencatat 4 kemenangan beruntun di kompetisi domestik. Namun, mereka hanya menang 2-1 atas Viktoria Plzeň yang kehilangan 7 pemain dan 1-0 atas juru kunci FC Zlín yang kehilangan 9 pemain. Sturm dan beberapa penyerang lain yang diistirahatkan saat melawan FC Zlín diperkirakan kembali di Baku. Sementara itu, lubang di lini belakang akibat cedera dan skorsing masih ada. Melawan RC Lens, mereka menciptakan peluang lewat tekanan pada awal babak pertama dan umpan panjang ke belakang garis pertahanan. Meski bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-49, mereka dua kali unggul lewat gol Sturm. Namun, keunggulan 2-1 pada menit ke-88 hilang pada masa tambahan waktu.
Pelatih Sabah FK, Dambrauskas, selama ini mempertahankan pola membangun serangan dengan umpan pendek dari kiper, lalu mengirim bola ke pemain sayap. Menurut pelatih Slavia Praha, Trpisovsky, Sabah FK mengandalkan pemain sayap yang cepat saat mendapat tekanan. Slavia Praha memakai formasi 3-4-2-1, menekan tinggi untuk merebut bola lalu segera mengalirkannya ke penyerang. Dambrauskas juga mengatakan bahwa Sabah FK pada dasarnya belum pernah menghadapi lawan yang menekan dengan seluruh pemain seperti ini (Czech Television Sport, 12 Oktober). Jika kedua tim tetap menjalankan pola yang dijelaskan para pelatih, taktik mereka akan langsung beradu sejak umpan pertama Sabah FK.
Dalam prediksi susunan pemain, 11 pemain Sabah FK yang tampil melawan Manchester United kemungkinan kembali menjadi starter. Gelandang serang Khayal Aliyev juga absen saat itu. Pada laga terakhir melawan Neftçi Baku, Rakhmonaliyev, Parris, Nwachukwu, dan Mickels tidak masuk susunan starter. Slavia Praha kehilangan bek tengah Hála, Ogbu karena cedera, serta Konečný karena skorsing. Tiga bek Vlček, Zima, dan Holeš diperkirakan tampil bersama Isife dan Suleiman sebagai bek sayap. Kelima pemain ini baru sekali menjadi starter bersama dalam laga resmi, yakni saat menghadapi FC Zlín. Suleiman biasanya dikategorikan sebagai gelandang tengah. Kubiak juga masih berpeluang dimainkan sebagai bek sayap kiri.
Kedua tim sama-sama memainkan laga terakhir pada 9 Oktober. Slavia Praha harus menempuh perjalanan setidaknya 5 jam dari Praha ke Baku dan kemudian menjalani 6 laga dalam 22 hari. Pelatih Houštecký menyebut perjalanan sebagai beban, tetapi menilai cuaca hangat di Baku sebagai keuntungan (Idman, 12 Oktober). Hujan tidak diperkirakan turun saat kick-off, tetapi ada kemungkinan angin kencang dengan kecepatan 30–37 km/jam. Jika anginnya kuat, akurasi umpan panjang Slavia Praha dan umpan silang Sabah FK bisa menurun.
2. Analisis pertarungan
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah cara Sabah FK mengalirkan bola dari wilayah sendiri. Jika Pokatilov ikut membangun serangan dan bek tengah serta gelandang mengoper bola pendek, Slavia Praha akan berusaha merebut bola di depan lalu menyerang sebelum lawan sempat membentuk pertahanan. Gol pertama yang bersarang ke gawang Sabah FK saat melawan Manchester United juga berawal dari umpan Parris yang tidak akurat, lalu lawan dengan cepat menyerang dari sisi kiri. Slavia Praha terus mencari ruang di belakang pertahanan lawan lewat tekanan dan umpan panjang pada awal laga melawan RC Lens. Karena itu, arah dan akurasi umpan pertama Sabah FK akan memengaruhi risiko kebobolan pada awal laga.
Jika Sabah FK berhasil melewati tekanan, situasinya bisa berbalik. Setelah bek sayap Slavia Praha maju untuk merebut bola, bek tengah sisi luar harus ikut menjaga area sayap. Parris dan bek kanan Zedadka akan mengincar sisi kiri pertahanan Slavia Praha, yang kemungkinan diisi pemain pengganti karena Hála absen. Saat melawan Manchester United, Parris mengirim umpan silang dari kanan ke tiang jauh dan Mickels mendapat ruang untuk menyundul bola di belakang bek lawan. Tembakannya meleset, tetapi peluang yang bisa diciptakan Sabah FK dari sisi itu terlihat jelas. Jika Suleiman dimainkan sebagai bek sayap kiri seperti perkiraan, duel melawan Parris akan penting. Jika Kubiak yang tampil, situasi pertahanan di sisi itu akan berbeda.
Setelah merebut bola, pergerakan Sturm ke ruang kosong akan menguji bek tengah Sabah FK. Saat melawan RC Lens, Sturm menerima umpan panjang Isife, berduel dengan bek lawan, lalu mencetak gol. Sabah FK kebobolan dari Šeško yang lolos di belakang garis pertahanan saat menghadapi Manchester United. Dambrauskas menilai bek tengah timnya berdiri terlalu dalam pada laga itu. Artinya, ada momen ketika mereka memberi ruang di belakang pertahanan dan ada pula saat jarak antara lini depan dengan lini belakang terlalu lebar. McCarthy dan Dashdamirov perlu menyesuaikan posisi garis pertahanan dengan pergerakan tekanan dari pemain depan. Jika Sturm memulai laga dari bangku cadangan, duel ini baru akan menjadi penting pada tahap berikutnya.
Bola mati juga menjadi jalur bagi Slavia Praha untuk mencetak gol. Dari total expected goals 2,12 melawan RC Lens, 1,48 berasal dari bola mati. Kemelut setelah tendangan bebas Sadílek berujung pada gol kedua Sturm. Sabah FK kebobolan saat menghadapi Manchester United setelah Pokatilov gagal mengantisipasi bola yang berubah arah usai tendangan bebas. Namun, kita tidak bisa memastikan Slavia Praha akan unggul dari bola mati lagi hanya berdasarkan angka dari satu pertandingan. Kartu merah pada menit ke-49 melawan RC Lens juga menjadi kondisi khusus. Jika Sabah FK lebih sering membuang bola untuk menghindari tekanan, Slavia Praha bisa melanjutkan serangan di area lawan. Namun, peluang untuk mendapatkan tendangan bebas atau sepak pojok bergantung pada situasi setelahnya.
Pilihan pergantian pemain akan penting di babak kedua. Sabah FK mencetak 8 dari 10 gol dalam 4 laga kandang kualifikasi pada babak kedua. Slavia Praha kebobolan 13 dari 20 gol dalam 8 laga terakhirnya di putaran utama Liga Champions pada babak kedua. Angka ini berasal dari laga-laga dengan tingkat lawan dan kondisi kartu merah yang berbeda, jadi tidak menjamin akan ada gol pada babak kedua kali ini. Hal yang perlu kita cermati adalah susunan pemain. Sabah FK bisa memasukkan Isayev, Severina, dan Mbina untuk bermain di sayap. Dambrauskas juga mengganti pemain sayap dengan pemain di posisi yang sama saat melawan Manchester United. Sebaliknya, Slavia Praha kekurangan opsi untuk mengganti pemain yang menjalankan peran serupa di tiga bek yang diperkirakan menjadi starter.
Perbedaan ini bisa semakin terasa jika laga tetap ketat. Jika Sabah FK memasukkan pemain sayap baru setelah menit ke-60, bek tengah sisi luar dan bek sayap Slavia Praha harus terus menghadapi duel satu lawan satu. Slavia Praha bisa merespons dengan memasukkan pemain seperti Sturm, Provod, atau Chorý untuk memperkuat serangan, alih-alih menambah pemain bertahan. Dengan begitu, Sabah FK juga harus terus menahan serangan langsung dan bola mati lawan. Kedua tim sama-sama sangat menginginkan poin, sehingga jika skor imbang bertahan lama, mereka mungkin akan menambah pemain menyerang. Namun, keputusan sebenarnya akan bergantung pada skor dan kondisi pemain saat itu.
Belum tentu pertandingan akan tetap ketat jika Sabah FK kebobolan lebih dulu pada awal laga. Saat melawan Manchester United, mereka kebobolan 2 gol lagi menjelang turun minum setelah gol pertama. Jika Slavia Praha unggul lebih dulu lewat tekanan dan Sabah FK menaikkan garis pertahanan untuk mengejar ketertinggalan, Sturm bisa kembali mendapat ruang untuk berlari ke depan. Sebaliknya, jika Sabah FK mampu melewati tekanan pertama dan menutup babak pertama dengan skor imbang, serangan Parris dari sisi kanan dan pergantian pemain sayap pada babak kedua akan punya lebih banyak waktu untuk menguji kombinasi pertahanan baru. Hasil laga ini akan dipengaruhi oleh tim mana yang lebih dulu mencetak gol dan apakah mereka mampu mempertahankan bentuk pertahanannya setelah itu.
3. Penilaian akhir dan kesimpulan
Kami memperkirakan Slavia Praha akan lebih sering menciptakan peluang pada awal laga. Pola membangun serangan dari belakang yang dipertahankan Sabah FK akan berhadapan langsung dengan tekanan tinggi lawan. Slavia Praha punya jalur untuk mencetak gol lewat serangan segera setelah merebut bola dan lewat bola mati. Fakta bahwa Sabah FK pada dasarnya baru pertama kali menghadapi tekanan seperti ini juga meningkatkan peluang tim tamu untuk unggul lebih dulu. Namun, setelah unggul, Slavia Praha tetap harus menghadapi serangan Sabah FK dari sisi sayap dengan intensitas yang sama.
Pasaran lebih mengunggulkan Slavia Praha karena mereka memimpin liga Ceko tanpa kekalahan, berpengalaman di putaran utama, sementara Sabah FK kalah 0-4 dari Manchester United. Ada dasar untuk menilai bahwa tekanan tinggi akan mengancam umpan pertama Sabah FK. Namun, yang kami lihat berbeda adalah pilihan pergantian pemain bertahan yang tersisa di babak kedua akibat para pemain yang absen. Sekalipun Slavia Praha unggul, mereka akan sulit mengganti tiga bek yang diperkirakan tampil dengan pemain yang menjalankan peran serupa. Selain itu, susunan baru di sisi kiri pertahanan harus menghadapi pemain sayap Sabah FK yang masuk dari bangku cadangan.
Prediksi skor untuk Sabah FK adalah 2-2 atau 2-1. Kami lebih mengunggulkan hasil 2-2: Slavia Praha unggul lebih dulu lewat tekanan awal atau bola mati, lalu Sabah FK menyamakan kedudukan lewat serangan dari sisi kanan dan pergantian pemain pada babak kedua. Kedua tim membutuhkan poin, sehingga kemungkinan mereka tetap menyerang saat laga ketat hingga babak kedua cukup besar. Keterbatasan opsi pergantian di lini belakang Slavia Praha bisa menyulitkan mereka menjaga keunggulan. Jika Sabah FK melewati awal laga tanpa kebobolan, serangan dari sisi yang sama bisa membawa mereka menang 2-1. Sebaliknya, jika Slavia Praha unggul dengan selisih 2 gol dalam 30 menit pertama dan Sabah FK gagal membentuk kembali pertahanannya, prediksi ini bisa meleset.