[Bundesliga Jerman 2026/27] Analisis dan pratinjau SC Freiburg vs Schalke 04 Kick-off: 11 Oktober pukul 22.30 WIB
SC Freiburg dan Schalke 04 akan bertemu pada pekan ke-5 Bundesliga di Europa-Park Stadion pada 11 Oktober pukul 22.30 WIB. Ini menjadi laga resmi pertama setelah jeda internasional yang berlangsung sekitar tiga pekan. Freiburg ingin melanjutkan start terbaiknya dalam sejarah klub di liga, sementara Schalke berusaha mengakhiri catatan lima kekalahan beruntun saat bertandang ke Freiburg.
1. Gambaran pertandingan dan kondisi kedua tim
SC Freiburg berada di posisi ketiga dengan 10 poin dari 4 laga liga, hasil 3 kemenangan dan 1 imbang. Mereka mencetak 12 gol, 9 di antaranya dalam 2 laga kandang. Schalke 04, yang kembali ke kasta tertinggi setelah menjuarai divisi dua musim lalu, berada di urutan ke-11 dengan 5 poin dari 1 kemenangan, 2 imbang, dan 1 kekalahan. Catatan 3 gol dan 4 kebobolan sekilas menunjukkan Schalke cukup baik meredam lawan, tetapi gambaran pertandingan mereka lebih rumit dari itu.
Empat laga pertama di liga Hasil dan poin: SC Freiburg 3 menang, 1 imbang · 10 poin / Schalke 04 1 menang, 2 imbang, 1 kalah · 5 poin Posisi: SC Freiburg 3 / Schalke 04 11 Gol dan kebobolan: SC Freiburg 12 gol · 3 kebobolan / Schalke 04 3 gol · 4 kebobolan
SC Freiburg mencatat 6 kemenangan dan 1 hasil imbang dari 7 laga resmi musim ini. Di kandang pada liga, mereka mengalahkan Werder Bremen 4-1 dan Borussia Mönchengladbach 5-0. Namun, selisih besar saat melawan Mönchengladbach juga dipengaruhi kartu merah lawan dan kesalahan kiper. Dalam laga terakhir, mereka bermain imbang 2-2 saat bertandang ke Frankfurt setelah dua kali tertinggal. Setelah lawan mencetak gol pembuka lalu bertahan lebih dalam, Freiburg sempat kesulitan menciptakan peluang berbahaya di kotak penalti. Namun, serangan dari sisi kiri yang melibatkan Jordi Makengo dan Derry Scherhant berperan dalam terciptanya 2 gol.
Ketiga gol Schalke di liga tercipta saat menang 3-1 di kandang Union Berlin. Mereka merebut bola lewat tekanan tinggi lalu bergerak cepat ke depan, dan juga mencetak gol dari bola hasil umpan silang yang gagal dibuang lawan. Sebaliknya, saat melawan Bayern München mereka memakai lima bek dengan garis pertahanan rendah dan bermain 0-0, tetapi kalah jumlah tembakan 2-14. Pada laga terakhir melawan SV Elversberg yang juga berakhir 0-0, dari 12 tembakan hanya 1 yang mengarah ke gawang. Schalke mengubah cara bertahan sesuai lawan, tetapi kesulitan menciptakan peluang gol secara konsisten saat menguasai bola.
Catatan kebobolan yang rendah juga bukan semata-mata hasil kerja lini belakang Schalke. Saat melawan Union Berlin, mereka membiarkan lawan melepaskan 21 tembakan dan Loris Karius membuat 7 penyelamatan. Karius juga melakukan penyelamatan penting saat menghadapi Bayern München. Catatan itu merupakan hasil gabungan organisasi pertahanan dan penampilan kiper, jadi sulit menyimpulkan bahwa Schalke akan terus hanya kebobolan 4 gol dalam 4 laga jika SC Freiburg terus melepaskan tembakan.
Pendekatan dasar kedua pelatih berbeda. Julian Schuster hampir tidak mengubah susunan pemain inti di liga dan tetap memakai formasi 4-2-3-1. Makengo bergerak maju dari posisi bek kiri, sementara Derry Scherhant masuk ke kotak penalti dari posisi di depannya. Kombinasi itu belakangan berbuah gol. Dalam situasi sepak pojok dan tendangan bebas, umpan Jan-Niklas Beste dan pergerakan Matthias Ginter di kotak penalti juga berbahaya. Miron Muslic mengubah pemain inti dan titik awal pressing sesuai lawan. Melawan Bayern München, ia memilih formasi 5-4-1 dengan garis rendah; melawan Union Berlin, Schalke menekan agresif pada awal laga.
Schalke juga punya lebih banyak penyesuaian yang harus dilakukan terkait ketersediaan pemain. Dejan Ljubicic absen karena cedera lutut, sedangkan Bryan Lasme tidak bisa bermain akibat cedera betis. El-Faouzi dan Satoshi Tanaka diperkirakan mengisi lini tengah. Keduanya melindungi lini belakang saat menghadapi Bayern München, tetapi jarang mengalirkan bola dengan cepat ke lini serang setelah merebutnya. SC Freiburg diperkirakan kehilangan Bruno Ogbus dan Berkay Yılmaz. Absennya mereka kemungkinan lebih berdampak pada pilihan pemain pengganti di lini belakang pada babak kedua ketimbang susunan inti.
Dampak jeda internasional bisa terlihat dari ketersediaan pemain dan perubahan pada babak kedua. Para pemain yang dipanggil dari kedua tim kembali dalam kondisi sehat, tetapi Nikola Katić dari Schalke memainkan keempat laga bersama Bosnia, sementara Adil Aouchiche menempuh perjalanan jauh bersama Aljazair. Muslic mengatakan beban tersebut bisa membuatnya mengubah susunan pemain inti. Freiburg akan menghadapi Jablonec di Conference League 4 hari lagi, tetapi mengingat Schuster selama ini mempertahankan susunan inti di liga, belum banyak alasan untuk melakukan perubahan besar kali ini. Cuaca mendung dan suhu sekitar 13°C juga tidak memberi keunggulan jelas kepada salah satu tim.
SC Freiburg tidak kalah dalam 8 pertemuan Bundesliga terakhir melawan Schalke, dan Schalke belum mencetak gol selama 479 menit saat bertandang ke Freiburg. Namun, sebagian besar catatan itu berasal dari masa sebelum Schalke menghabiskan 3 musim di divisi dua, ketika pelatih dan skuadnya berbeda. Untuk menilai laga kali ini, yang lebih penting daripada skor masa lalu adalah bagaimana Miron Muslic menggunakan formasi lima bek saat ini untuk meredam serangan Freiburg.
2. Analisis duel
Pada awal laga, Schalke kemungkinan mencoba melakukan pressing sebelum turun bertahan lebih dalam, sementara SC Freiburg akan lebih banyak menguasai bola. Jika Schalke menjaga kotak penalti seperti saat melawan Bayern München, penguasaan bola saja tidak akan cukup bagi Freiburg untuk mencetak gol. Freiburg juga sempat kesulitan menciptakan peluang berbahaya setelah Frankfurt bertahan lebih dalam. Yang perlu diperhatikan adalah apakah bola dari sisi kiri berujung pada tembakan di kotak penalti, serta apakah para bek bisa mendapat peluang untuk menyelesaikan bola mati.
Duel yang paling menarik ada di sisi kiri serangan SC Freiburg, tempat Jordi Makengo dan Derry Scherhant bergerak. Saat menghadapi Frankfurt, Scherhant mencetak gol setelah menerima umpan Makengo. Dalam kesempatan lain, Scherhant mengirim umpan silang yang diselesaikan Yuito Suzuki, yang masuk dari sisi seberang. Jika Schalke turun dengan susunan pemain yang diperkirakan, serangan ini akan mengarah ke sisi yang ditempati bek sayap kanan Junior Dina Ebimbe dan bek tengah kanan Timo Becker. Becker baru kembali berlatih bersama tim setelah mengalami luka robek.
Saat Schalke bertahan rendah, perlu dibedakan antara bola yang berhasil dikirim ke sisi sayap dan peluang yang benar-benar tercipta di dalam kotak penalti. Ketika melawan Bayern München, pemain sayap Schalke bergerak ke tengah dan para bek tengah menjaga area jatuhnya umpan silang. Jika pola itu tetap dipakai, pergerakan Makengo ke depan tidak serta-merta berujung pada tembakan Scherhant. Namun, jika Schalke menekan tinggi, mereka harus menjaga ruang di belakang pertahanan kanan. Bila Freiburg berhasil melewati pressing dan mengirim bola kepada Scherhant, bek Schalke harus berlari mundur untuk menghadapinya.
SC Freiburg juga punya jalur serangan lain lewat bola mati. Gol pembuka melawan Werder Bremen dan Mönchengladbach sama-sama tercipta dari sepak pojok. Jika Vincenzo Grifo masuk pada babak kedua, Freiburg akan punya lebih banyak pilihan untuk mengambil tendangan. Namun, Schalke mencatat 124 kemenangan duel udara dalam 4 laga liga pertama, terbanyak di liga, dan tidak kebobolan meski menghadapi 11 sepak pojok Bayern München. Sekalipun Freiburg mendapat beberapa bola mati, mereka tetap harus mengatasi duel udara yang dipimpin Nikola Katić dan penyelamatan Loris Karius.
Bola mati juga bisa berperan di depan gawang seberang. Dari 3 gol yang kebobolan SC Freiburg di liga, 2 berasal dari sepak pojok. Schalke punya Adil Aouchiche sebagai eksekutor tendangan bebas serta Nikola Katić dan Kenan Karaman yang bisa mengancam lewat sundulan. Schalke masih dapat menciptakan peluang gol dari situasi ini meski tidak banyak menguasai bola. Kondisi Aouchiche dan Katić setelah menjalani tugas bersama tim nasional juga akan berpengaruh pada serangan dan pertahanan Schalke dari bola mati.
Jalur serangan Schalke saat bola hidup adalah bergerak ke depan segera setelah merebut bola. Moussa Sylla harus mampu melindungi bola saat menghadapi bek tengah Freiburg, lalu pemain lini kedua perlu berlari melewatinya untuk menyelesaikan serangan balik. Saat melawan Paderborn, Freiburg sempat kehilangan bola di depan kotak penalti dan langsung menghadapi situasi satu lawan satu antara kiper dan penyerang lawan. Jika Schalke mengirim bola cepat ke kanan setelah Makengo bergerak maju, mereka juga bisa memulai serangan dari sisi itu. Namun, gelandang tengah Schalke jarang mengalirkan bola ke depan setelah merebutnya, sehingga jalur ini punya keterbatasan.
Waktu terciptanya gol pertama bisa mengubah pilihan kedua tim. Saat unggul di kandang, Freiburg tetap mempertahankan banyak pemain di depan dan mencari gol tambahan. Jika Schalke kebobolan lebih dulu, mereka harus maju karena bertahan rendah saja tak cukup untuk mengejar skor. Itu bisa membuka ruang bagi pemain sayap Freiburg. Schalke juga tidak mampu mencegah kebobolan tambahan setelah tertinggal saat bertandang ke Augsburg. Ada kartu merah dan kesalahan umpan dalam laga itu, jadi skor yang sama belum tentu terulang. Namun, Schalke tetap akan menghadapi tekanan ketika harus menaikkan garis pertahanan.
Jika skor 0-0 bertahan hingga pertengahan babak kedua, waktu yang menguntungkan Schalke akan bertambah. Julian Schuster biasanya baru melakukan pergantian pertama setelah menit ke-67 dan mempertahankan pendekatan serangan dari susunan pemain inti sampai saat itu. Schalke bisa menjaga bentuk pertahanan, lalu memasukkan Junior Adamu atau Hwang Hee-chan untuk menambah kecepatan serangan balik. Jika Schalke lebih dulu unggul lewat bola mati, Freiburg harus menghadapi pertahanan yang menurunkan lebih banyak pemain. Freiburg mungkin akan lebih banyak menguasai bola, tetapi semakin lama gol pertama tertunda, semakin sulit memastikan arah pertandingan.
3. Prediksi akhir dan kesimpulan
SC Freiburg lebih berpeluang menang. Serangan di sisi kiri yang melibatkan Makengo dan Scherhant berulang kali menghasilkan gol dalam laga liga belakangan ini. Jika Schalke mampu meredam sisi tersebut, Freiburg masih bisa mencari gol pembuka lewat bola mati. Sebaliknya, Schalke harus menyalurkan bola dari lini tengah ke lini serang tanpa Dejan Ljubicic. Belum ada cukup dasar untuk yakin mereka bisa sekaligus bertahan rendah dan mencetak gol lewat serangan balik.
Pasaran menilai kemenangan SC Freiburg dengan selisih besar kemungkinan lebih kecil, dengan mempertimbangkan 4 gol kebobolan Schalke di liga dan clean sheet mereka melawan Bayern München. Namun, Schalke kebobolan lebih sedikit berkat penyelamatan Loris Karius dan kegagalan lawan memaksimalkan banyak tembakan. Freiburg terus menyerang setelah unggul, sementara Schalke harus mengubah garis pertahanan jika tertinggal. Dengan mempertimbangkan kedua hal itu, selisih kemenangan Freiburg bisa lebih besar daripada yang diperkirakan pasaran.
Prediksi skor: SC Freiburg menang 3-1 atau 3-0. Jika Freiburg unggul sebelum menit ke-60 lewat kombinasi serangan kiri atau bola mati, mereka kemungkinan akan memburu gol tambahan dengan menyerang ruang di belakang pertahanan kanan Schalke yang harus maju. Schalke bisa membalas satu gol lewat bola mati Aouchiche atau serangan balik pada babak kedua. Namun, jika Schalke mampu menutup peluang tembakan di kotak penalti dan Karius menjaga skor 0-0 hingga lewat menit ke-60, prediksi bahwa Freiburg akan mencetak gol lebih dulu lalu memperlebar jarak sulit terwujud.