Laga ini bermuara pada satu kelemahan yang terus terlihat di Tilburg: lini pertahanan Willem II. Mereka selalu kebobolan dalam 11 pertandingan liga, dan di kandang sendiri celah tersebut paling parah saat menghadapi lini serang yang kualitasnya tidak lebih baik dari tim tamu kali ini. Rekor tandang Zwolle di atas kertas memang terlihat kurang bagus, tetapi hasil itu didapat saat menghadapi lini belakang yang semuanya lebih solid daripada pertahanan tuan rumah saat ini. Kehadiran pelatih baru dan stadion yang tiketnya terjual habis memang menambah energi, tetapi bukan struktur permainan.
Angka-angka di balik masalah tim tuan rumah merupakan cerminan dari proses permainan, bukan sekadar nasib buruk. Willem II membiarkan lawan melepaskan sekitar tujuh tembakan tepat sasaran per laga, kiper mereka mencatatkan penyelamatan lebih sedikit dari perkiraan, serta Excelsior dan Nijmegen sama-sama mencetak tiga gol atau lebih di markas mereka. Di bawah asuhan van der Ree, Zwolle mampu menciptakan volume tembakan yang nyata, dan bola mati tim tamu memberikan opsi alternatif untuk mencetak gol.
Dari sisi sebaliknya, lini serang Willem II musim ini jarang menghasilkan dua gol dalam satu pertandingan, ditambah lagi Slory, salah satu tumpuan utama mereka, terkena skorsing. Kalaupun mereka mampu mencetak gol cepat memanfaatkan suntikan energi penonton, mempertahankan keunggulan berarti harus mencatatkan clean sheet—hal yang belum pernah sanggup dicapai tim ini sekalipun.
Alur laga yang saya perkirakan adalah Willem II bakal memulai laga dengan agresif, lalu Zwolle mulai menemukan ruang begitu gol pertama tercipta. Jika tim tamu mencetak gol lebih dulu, kubu tuan rumah terpaksa bermain lebih terbuka, dan di saat situasi seperti itulah hasil-hasil terburuk mereka biasanya terjadi. Karena alasan itulah saya menjagokan Zwolle untuk menang di laga tandang ini.