Forest bisa melesat dari formasi rapat ke ruang di belakang lawan yang bermain terlalu maju, sementara City mampu terus menciptakan peluang meski upaya pertama berhasil digagalkan. Serangan sayap Stuttgart memberikan ujian berbeda bagi pressing transisi dan pola direct Bremen ke depan. Di kedua laga ini, respons tim setelah kebobolan gol pembuka lebih penting daripada sekadar penguasaan wilayah.
Muñoz dan Williams milik Forest bisa mengalirkan bola ke Gibbs-White, tetapi tusukan ke kotak penalti belakangan ini jarang membuahkan tembakan akhir yang akurat. City berulang kali mengancam gawang Leipzig bahkan setelah dua kali disamakan, dengan Anderson memberi umpan untuk gol penentu kemenangan Haaland, serta mencatatkan enam tembakan tepat sasaran saat melawan Brighton. Jesus dari Forest absen di laga terakhir namun sudah berlatih untuk kemungkinan turun, meski menit bermainnya belum pasti. Semenyo dari City masih menepi, sementara Doku menawarkan opsi segar di sisi sayap setelah hanya bermain sebentar kontra Leipzig. Saya memperkirakan City akan menemukan peluang penentu di kotak penalti menjelang akhir laga, jadi saya memegang Manchester City.
Stuttgart bisa menyuplai Undav dan Demirović lewat Führich dan Leweling, serta mengamankan bola muntah di sekitar kotak penalti. Füllkrug milik Bremen memberi mereka target penyelesaian langsung, dan respons mereka saat menghadapi Dortmund membuktikan bahwa ketertinggalan di awal laga bisa dibalas. Stiller absen pada pertandingan terakhir Stuttgart dan masih belum bisa tampil; Karazor ditarik keluar lebih awal di laga tersebut dan kondisinya diragukan. Di kubu SV Werder Bremen, Weiser keluar lapangan karena cedera di partai terakhir, sementara Dinkçi yang masuk menggantikannya tampil di sebagian besar laga dan mencetak gol. Saya memperkirakan respons direct dan pressing lini tengah Bremen bisa menjaga selisih skor akhir tetap ketat, jadi saya memegang Bremen.