Samsung dan KT sama-sama punya starter yang mampu bertahan lama, sehingga duel ini kemungkinan ditentukan oleh pergantian pitcher pertama ke bullpen. Sementara itu, Seoul dan Ulsan menghadapi pertanyaan yang lebih tajam: siapa yang menguasai bola kedua di lini tengah dan menemukan penerima setelah gol pertama. Kedua tim sudah terbukti mampu merespons pada fase akhir, jadi kendali di awal saja belum cukup untuk menentukan hasil.
Daniel membuat para pemukul Samsung tak berkutik selama enam inning dalam pertemuan mereka, dan KT bisa mempersingkat jalan menuju Park Young-hyun yang sudah beristirahat. Samsung akhirnya bisa memukul Daniel saat urutan batting-nya berputar lagi, tetapi bullpen pertama mereka saat menghadapi KT baru-baru ini memberi lima walk. Choi, Heo, dan Ahn yang cedera tetap menjadi starter pada pertandingan terakhir KT, sementara Kim Min-hyeok mencetak home run sebagai pemain pengganti. Rangkaian dari starter ke bullpen lebih kuat di pihak KT, jadi kami memilih KT Wiz untuk menang.
Seoul bisa menekan Klimala lewat umpan lebar dari Moon, Anderson, dan Choi, tetapi penyelesaian mereka di liga belakangan ini kurang tajam. Ulsan berulang kali mampu menyuplai bola ke depan untuk Lee dan Cho, dengan Yago dan Erick menunjukkan respons setelah timnya tertinggal. Peran menyerang itu terlihat dalam pertandingan-pertandingan terbaru, sementara susunan starter kedua tim belum dikonfirmasi. Gelombang serangan berikutnya dari Ulsan membuat peluang untuk menyamakan kedudukan tetap terbuka, jadi kami memilih Ulsan setidaknya meraih hasil imbang.