Al Taawoun bisa cepat beralih dari bentuk permainan yang rapat ke serangan para penyerangnya. Al-Faisaly bisa memaksa lawan berulang kali membuang bola dengan memanfaatkan para pengumpan yang masih tersedia di sisi sayap maupun tengah. Dortmund bisa menekan Betis hingga kehilangan bola di awal, tetapi Betis juga mampu lolos dari tekanan itu lewat tengah atau sisi kiri. Di kedua laga, serangan pertama punya jawaban yang jelas. Sentuhan setelah sapuan bola akan menentukan seberapa jauh masing-masing tim bisa unggul.
Al Taawoun memanfaatkan Bajrami untuk mengirim bola kepada Guiagon pada pertemuan pertama, lalu mencetak gol dari umpan El Bahraoui. Al-Faisaly tetap beberapa kali menembus pertahanan dan memaksa Mailson melakukan penyelamatan, sementara Al Ettifaq kemudian juga sering masuk ke kotak penalti Al Taawoun. Awadat ditarik keluar karena cedera pada laga pertama dan Ehsan Haddad bermain, tetapi laporan terkini menyebut keduanya absen kali ini. Ersan, Ahoua, dan Maradona tetap bisa mengirim umpan dan umpan silang dari jalur masing-masing setelah Awadat keluar. Hamdallah memberi Al Taawoun satu lagi target di tengah, jadi kami memperkirakan serangan pertama tuan rumah akan dibalas Al-Faisaly lewat para pengumpan yang masih tersedia. Kami memilih Al-Faisaly untuk menjaga laga tetap ketat.
Dortmund bisa memenangi bola pertama di tengah lewat Schlotterbeck dan Nmecha, lalu menghubungkan Bellingham atau Guirassy dengan pergerakan ke kotak penalti. Betis sudah menunjukkan cara menyerang dengan penguasaan bola minim melalui Isco, Fornals, dan Ezzalzouli, termasuk saat melawan Villarreal. Situasi bola mati yang disiapkan juga membuka peluang melawan Malaga. Cucho dan Firpo absen pada laga terakhir itu, sementara Parrott menjadi starter di depan dan Fran García mengisi sisi kiri. Can dan Konstantelias dari Dortmund juga absen saat melawan Bayern, sedangkan Karetsas hanya tampil sebentar. Kami memperkirakan Dortmund akan menekan sejak awal dan Betis akan menemukan umpan kedua ke ruang di balik gelombang tekanan pertama. Kami memilih Betis untuk tetap mengimbangi Dortmund.