Al-Qadsiah bisa menekan tinggi dan menciptakan peluang cepat, tetapi rangkaian penguasaan bola terakhir mereka di kompetisi kontinental hanya menghasilkan sedikit penyelesaian yang benar-benar bersih. Al-Gharafa bisa membalas lewat serangan langsung meski bertahan lebih dalam. Brest bisa menekan umpan pertama Lorient dan menjangkau target di tengah, sementara tuan rumah mencari celah lewat sisi sayap yang sempit. Jalannya masing-masing laga bergantung pada apakah perebutan bola pertama berujung pada sentuhan akurat di kotak penalti.
Tekanan Quiñones akan menguji umpan pertama Al-Gharafa, tetapi dominasi wilayah Qadsiah saat melawan Al-Sadd hanya sedikit menghasilkan penyelesaian akurat. Brahimi kembali dengan mencetak 2 gol pada laga terakhir Gharafa dan bisa mengirim Coman atau Ounas ke ruang di luar tekanan Qadsiah. Sano dikabarkan terkena skors, tetapi hal itu belum dikonfirmasi secara resmi. Pemain Qadsiah yang dilaporkan absen juga sudah melewatkan kemenangan terakhir mereka. Gharafa punya cara untuk membalas jika kebobolan lebih dulu dan menjaga laga tetap ketat. Karena itu, kami memilih Al-Gharafa untuk tetap mampu mengimbangi.
Brest punya Ajorque sebagai target, ditambah beberapa pemain lain yang bisa menyambut bola mati atau bola muntah. Lorient bisa keluar lewat Sylla dan Makengo, tetapi serangan mereka belakangan jarang berakhir dengan penyelesaian akurat. Bek tengah Brest yang absen sudah tidak bermain saat menghadapi Nice, sementara pemain Lorient yang tercatat absen juga melewatkan laga melawan Angers; kondisi ini sudah diketahui, bukan kehilangan baru. Brest seharusnya bisa lebih banyak bermain di area atas dan punya cukup suplai untuk membalas jika Lorient mendapat peluang bersih pertamanya. Karena itu, kami memilih Brest agar terhindar dari kekalahan.