[26-27 Serie A (Italia)] Pratinjau Analisis AC Monza vs Atalanta BC Kick-off: 8 November pukul 21.00 WIB
AC Monza tetap mampu menciptakan peluang mencetak gol meski sedang menelan 3 kekalahan beruntun. Di sisi lain, Atalanta BC belum pernah menang dalam 6 laga terakhir, tetapi mereka konsisten melepaskan tembakan. Kunci pertandingan ini bukan sekadar kemampuan menciptakan peluang, melainkan bagaimana kedua tim menahan serangan lawan setelah kehilangan bola.
1. Gambaran Pertandingan dan Situasi Terkini Kedua Tim
Pelatih AC Monza yang berada di posisi ke-18, Ivan Juric, menegaskan timnya akan tampil menyerang saat menghadapi Atalanta BC. Ia menyatakan siap mengambil risiko demi membangun permainan timnya (Tuttomercatoweb, 7 November). Formasi yang diperkirakan adalah 3-4-2-1. Gustavo Varela akan dipasang di ujung tombak, didukung oleh Dany Mota dan Jay Robinson di lini kedua (Eurosport Italia, 6 November). Dari 4 gol Monza dalam 3 laga terakhir, 3 di antaranya dicetak oleh Varela. Umpan silang Robinson juga menghasilkan gol penyeimbang saat melawan SSC Napoli dan penalti di menit-menit akhir kontra Bologna.
Rentetan kekalahan yang dialami Monza tidak bisa dijelaskan hanya dari masalah lini serang. Saat menghadapi Torino dan SSC Napoli, kesalahan penguasaan bola di area sendiri berujung kebobolan gol. Sementara saat bersua Bologna dan Napoli, mereka kehilangan penjagaan pemain saat situasi sepak pojok. Dari 9 gol yang bersarang ke gawang Monza dalam 3 laga terakhir, 6 di antaranya tercipta pada babak kedua. Juric telah mengonfirmasi bahwa Birindelli absen akibat memar (Fantacalcio, 7 November), dan posisi bek sayap kanan diperkirakan diisi oleh Idrissa Touré (Il Giorno, 7 November). Pemain di posisi ini harus mengawal Jonathan Rowe sekaligus aktif membantu melepaskan umpan silang saat timnya menyerang.
Peringkat ke-13, Atalanta BC, mengusung skema 4-2-3-1 di bawah arahan Maurizio Sarri. Saat melawan Parma, mereka mencatatkan 20 tembakan dan expected goals (xG) 2,8, tetapi tetap kalah 0-3. Ketika berhadapan dengan Kairat Almaty, dari 16 tembakan yang dilepaskan, hanya 1 yang menjadi gol. Atalanta kebobolan gol akibat situasi sepak pojok dan umpan silang saat melawan Parma, sedangkan gol lawan saat menghadapi Kairat Almaty terjadi tepat setelah mereka kehilangan bola dalam fase menyerang. Tiga bek tengah, termasuk Isak Hien, serta Gianluca Gaetano yang biasa menjadi penghubung di lini kedua, dipastikan absen. Sebaliknya, menit bermain Éderson, Nicola Zalewski, Charles De Ketelaere, dan Nikola Krstović sengaja diatur pada laga sebelumnya. Perbedaan jadwal antara Monza yang beristirahat 8 hari dan Atalanta yang kembali bertanding hanya dalam jeda 3 hari perlu dinilai bersamaan dengan rotasi menit bermain tersebut. Catatan 6 kemenangan beruntun Atalanta dalam rekor pertemuan kedua tim terjadi pada rentang 2022 hingga 2025, sebelum kedua pelatih saat ini menjabat.
2. Analisis Matchup
Duel pertama adalah build-up Monza dari lini belakang melawan upaya perebutan bola Atalanta. Sesuai rencana Juric yang ingin timnya mengalirkan bola dari area sendiri, risiko terulangnya blunder seperti saat melawan Torino dan SSC Napoli tetap mengintai. Atalanta sendiri mencetak gol pembuka saat menghadapi ACF Fiorentina berkat bola yang direbut dari gelandang lawan. Jika De Ketelaere dan Zalewski menerima bola di posisi tinggi, bek Monza terpaksa harus berbalik badan untuk menahan laju serangan. Sebaliknya, jika Monza berhasil keluar dari tekanan tersebut, Mota dan Robinson bisa menerima bola di lini kedua untuk menusuk ke ruang di belakang pertahanan Atalanta.
Duel kedua adalah umpan silang Monza berhadapan dengan pertahanan sisi sayap Atalanta. Varela menuntaskan umpan silang Robinson dengan sundulan ke gawang Napoli. Di pihak lain, Atalanta mencetak gol bunuh diri saat berusaha menyapu umpan silang dari sisi kanan ketika melawan Parma, dan kehilangan kawalan terhadap pemain di tiang jauh saat bersua ACF Fiorentina. Jika bek sayap dan gelandang serang Monza bergerak bersama ke sisi sayap, bek sayap Atalanta akan berada di bawah tekanan. Namun, di sektor kanan Monza yang ditinggal Birindelli, jika Jonathan Rowe dan Bernasconi lebih dulu mengambil inisiatif menyerang, bek sayap Monza akan dipaksa lebih banyak bertahan. Situasi ini otomatis mengurangi suplai umpan silang menuju Varela.
Sepak pojok juga menjadi momen yang wajib diwaspadai kedua tim. Monza kebobolan gol dari sepak pojok pada laga terakhir melawan Bologna dan SSC Napoli, begitu pula dengan Atalanta saat takluk dari Parma. Atalanta sempat mengonversi sepak pojok Zalewski menjadi gol melalui Krstović saat melawan Kairat Almaty. Jika Monza gagal mengamankan bola kedua (second ball), mereka harus kembali menahan gelombang serangan lawan di area sendiri.
3. Penilaian Akhir dan Kesimpulan
Jika Monza berani bermain terbuka sesuai rencana, Atalanta berpeluang mendapatkan situasi yang berbeda dari laga-laga terkini mereka yang kerap melepaskan tembakan di hadapan blok pertahanan rendah. Atalanta bisa memulai serangan dekat dengan kotak penalti memanfaatkan kesalahan build-up Monza dari belakang atau duel perebutan bola kedua. Kami menilai Atalanta berpeluang menang, tetapi penyelesaian umpan silang Varela dan perlawanan Monza pada menit-menit akhir tetap patut diperhitungkan. Kedua tim diperkirakan sama-sama mencetak gol dan selisih skor hanya berjarak 1 gol.
Pasaran memberi bobot tinggi pada rekor kemenangan sapu bersih Atalanta dalam pertemuan masa lalu serta 3 kekalahan beruntun Monza. Pandangan kami berbeda karena memperhitungkan relevansi catatan pertemuan tersebut. Mengingat susunan pelatih dan komposisi bek kedua tim kini sudah berganti, keunggulan Atalanta lebih terletak pada kondisi laga hari ini, yaitu kemampuan memanfaatkan build-up agresif Monza dari belakang, bukan karena catatan masa lalu. Kendati demikian, jika Monza mampu meminimalkan kesalahan penguasaan bola dan tidak kecolongan saat sepak pojok, masalah penyelesaian akhir Atalanta belakangan ini bisa mengubah jalannya laga.
[Kesimpulan Akhir · Per Pasaran · Panduan Taruhan] Hasil Akhir: Kalah (Kemenangan Tandang) — Taktik build-up dari belakang yang disiapkan Juric berpadu dengan kebiasaan blunder Monza, memberi peluang bagi Atalanta di dekat kotak penalti Handicap +1: Seri — Monza selalu konsisten menciptakan jalur mencetak gol hingga akhir, sementara Atalanta yang kehilangan 3 bek tengah akan sulit menahan penyelesaian umpan silang Varela sepanjang laga Over/Under 3.5: Over — Jalur mencetak gol kedua tim saling beririsan dengan pola kebobolan masing-masing, dan Monza tidak akan menurunkan garis pertahanan mereka