[Bundesliga (Jerman) 26-27] Pratinjau Analisis FSV Mainz 05 vs Bayern Munich Kick-off: 7 November pukul 21.30 WIB
Lini belakang baru FSV Mainz 05 harus berhadapan dengan pressing Bayern Munich, sementara bek sayap FSV Mainz 05 berupaya mencari celah di belakang fullback Bayern yang kerap maju membantu serangan. Kedua tim sama-sama bisa memanfaatkan celah yang muncul saat lawan sedang menyerang.
1. Ringkasan Pertandingan dan Kondisi Terkini Kedua Tim
Bayern Munich memiliki poin yang sama dengan Dortmund dan tengah bersaing memperebutkan posisi puncak. Meski pelatih Vincent Kompany absen dan digantikan oleh caretaker Aaron Danks, skema pressing tinggi dan keterlibatan fullback dalam menyerang tetap dipertahankan. Saat melawan Atletico Madrid, mereka mencetak gol berkat keberhasilan menekan lawan yang sedang mengalirkan bola dari belakang. Caretaker Danks juga menyatakan bakal tetap memakai pendekatan biasanya pada laga ini (Bulinews, 6 November).
Tiga kekalahan beruntun FSV Mainz 05 di kompetisi resmi sangat dipengaruhi oleh situasi bertahan di sekitar kotak penalti. Saat menghadapi Werder Bremen, pelanggaran dari para bek membuat mereka kebobolan dua gol cepat. Sementara saat melawan Elversberg, pelanggaran yang berujung tendangan bebas, kehilangan bola di area sayap, serta kegagalan menghalau sepak pojok berbuah kebobolan. Nilai expected goals (xG) FSV Mainz 05 saat kontra Elversberg mencapai 1,15, lebih tinggi dari lawan yang mencatatkan 0,93. Itu menjadi laga ketika peluang yang tercipta tidak berbanding lurus dengan skor akhir. Di sisi lain, dua gol FSV Mainz 05 ke gawang Bremen lahir lewat sundulan memanfaatkan umpan silang dari sisi sayap (Data Center).
Stefan Posch dan Phillipp Mwene absen karena sanksi, sedangkan Dominik Kohr menepi akibat cedera. Posisi bek tengah yang ditinggalkan Posch diperkirakan diisi oleh Gruber atau Stefan Bell, sementara posisi bek sayap diisi oleh Anthony Caci dan Silvan Widmer (Rhein-Zeitung/dpa, 6 November). Mengingat Posch sempat melakukan pelanggaran yang berujung kebobolan belakangan ini, perombakan susunan pemain tersebut tidak bisa serta-merta disimpulkan sebagai penurunan kualitas pertahanan. Kuncinya terletak pada bagaimana koordinasi lini belakang baru ini mengantisipasi pressing Bayern Munich dan alur bola dari Harry Kane.
Bayern Munich kehilangan Luis Diaz, Serge Gnabry, dan Ismael Saibari, sementara Jamal Musiala juga dipastikan absen karena caretaker Danks menilai masih terlalu dini baginya untuk kembali merumput (Bulinews, 6 November). Alphonso Davies berpeluang turun sejak menit awal, tetapi menit bermainnya mungkin dibatasi (SB Nation, 6 November). Dengan berkurangnya opsi di sektor sayap dan lini kedua, peran Kane, Michael Olise, serta Lennart Karl menjadi kian krusial. Bayern Munich bertanding empat hari setelah laga tandang ke Madrid, sedangkan FSV Mainz 05 memiliki waktu istirahat delapan hari.
2. Analisis Pertandingan
Pressing Bayern Munich bakal langsung menguji kelemahan FSV Mainz 05 dalam membangun serangan dari belakang yang belakangan ini kerap berujung kebobolan. Jika skema tiga bek baru FSV Mainz 05 kehilangan bola saat mencoba mengalirkan umpan-umpan pendek, Bayern Munich bisa langsung mengkreasikan peluang menembak seperti ketika menghadapi Atletico. Pelatih Urs Fischer sendiri menekankan pentingnya duel perebutan bola dan daya jelajah (Rhein-Zeitung/dpa, 6 November). Jika FSV Mainz 05 mengirim umpan lambung langsung ke Phillip Tietz dan Sheraldo Becker, mereka bisa lepas dari pressing di lini pertahanan. Namun, jika kedua penyerang itu terisolasi seperti pada laga melawan Bochum, bola akan kembali dikuasai Bayern Munich. FSV Mainz 05 dituntut untuk tetap bisa melanjutkan serangan setelah berhasil melewati pressing pertama lawan.
Peluang bagi FSV Mainz 05 terbuka di area sayap saat fullback Bayern naik membantu serangan. Caretaker Danks sudah mengisyaratkan keterlibatan fullback dalam menyerang (Bulinews, 6 November), dan situasi ini dapat dimanfaatkan Caci serta Widmer untuk menyambut bola di sisi lapangan lalu melepaskan umpan silang. Pada laga melawan Bremen, Lee Jae-sung dan Caci berhasil mencetak gol sundulan lewat skema umpan silang. Bayern Munich sendiri kebobolan saat bersua Dortmund akibat transisi cepat sesaat setelah kehilangan bola. Bila FSV Mainz 05 mampu merebut bola lalu segera mengalirkannya ke bek sayap, mereka bisa melepas umpan silang sebelum lini pertahanan Bayern sempat menutup celah.
Bayern Munich tetap banyak menciptakan peluang kendati menuai hasil imbang pada beberapa laga terakhir. Nilai xG mereka saat melawan Dortmund menyentuh 4,18, tetapi bola membentur mistar gawang dan ada penalti yang gagal sehingga laga berkesudahan 2-2. Kendati pressing berjalan efektif, efisiensi penyelesaian akhir tetap dibutuhkan untuk mengamankan kemenangan. FSV Mainz 05 memang memenangi 4 dari 6 laga kandang terakhirnya melawan Bayern Munich (Bulinews, 6 November), tetapi komposisi lini belakang mereka kini berbeda sehingga catatan masa lalu sulit dijadikan patokan untuk menilai kesiapan pertahanan mereka saat ini. Peluang mencetak gol kedua tim lebih ditentukan oleh efektivitas pressing dan antisipasi di sektor sayap pada laga ini ketimbang rekor pertemuan sebelumnya.
3. Kesimpulan Akhir
Kami memperkirakan Bayern Munich akan merepotkan lini belakang baru Mainz lewat skema pressing dan keluar sebagai pemenang dengan selisih satu gol. FSV Mainz 05 juga berpotensi mencetak gol lewat umpan silang dan bola mati, sehingga pertandingan diprediksi menghasilkan cukup banyak gol dari kedua belah pihak. Tekanan Bayern Munich dan koneksi Kane menjadi modal nyata untuk meraih kemenangan, tetapi absennya sejumlah penyerang sayap serta potensi pembatasan menit bermain Davies membuat peluang mereka memperlebar keunggulan secara mencolok pada babak kedua terbilang kecil.
Pasaran condong mengunggulkan posisi Bayern Munich di papan atas serta menyoroti tren tiga kekalahan beruntun dan absennya pilar pertahanan FSV Mainz 05, sehingga setelah dibuka, penilaian atas kemenangan FSV Mainz 05 maupun potensi terciptanya banyak gol sempat menurun. Kami sepakat Bayern Munich lebih diunggulkan, tetapi rentetan kekalahan FSV Mainz 05 tidak semata-mata disebabkan oleh minimnya peluang serangan, dan umpan silang Caci serta Widmer dinilai mampu mengeksploitasi ruang di belakang fullback Bayern yang naik menyerang. Jika FSV Mainz 05 mampu unggul lebih dulu lewat umpan silang cepat atau bola mati, sementara Bayern Munich gagal menuntaskan peluang seperti pada laga-laga imbang sebelumnya, arah pertandingan bisa berubah.
[Kesimpulan Akhir per Pasaran · Dasar Penjualan Betman] Hasil akhir: Kalah (Kemenangan Tandang) — Pressing Bayern Munich memicu kesalahan pada formasi tiga bek baru FSV Mainz 05 hingga berbuah keunggulan gol Handicap +1: Seri — Sekalipun memimpin, minimnya stok penyerang sayap dan opsi rotasi membuat Bayern Munich tidak mampu memperlebar margin hingga dua gol Handicap +2: Menang — FSV Mainz 05 mampu mencetak gol lewat skema umpan silang dan bola mati, sehingga keunggulan Bayern Munich tertahan di selisih satu gol Handicap +3.5: Menang — Absennya empat opsi penyerang membuat Bayern Munich tidak memiliki dasar yang kuat untuk unggul hingga empat gol Over/Under 4.5: Over — Gol Bayern Munich dari skema pressing berpadu dengan gol FSV Mainz 05 dari umpan silang