[J2 League 26-27] Pratinjau Analisis Shonan Bellmare vs Sagan Tosu Kick-off: 3 November pukul 12.00 WIB
Shonan Bellmare masih kesulitan mengonversi tembakan menjadi gol, sementara Sagan Tosu kerap tampil bagus di babak pertama sebelum akhirnya kebobolan di babak kedua. Pada laga ini, kuncinya adalah tim mana yang mampu mencetak gol pada momen yang menguntungkan bagi mereka.
1. Ringkasan Pertandingan dan Situasi Kedua Tim
Shonan Bellmare menempati peringkat ke-7 dengan koleksi 22 poin. Mereka hanya kebobolan 13 gol dari 14 pertandingan liga, dan sebelum menelan kekalahan dari Consadole Sapporo pada laga terakhir, mereka mencatat 3 kemenangan dan 5 hasil imbang dalam 8 laga liga. Kelima hasil imbang tersebut berakhir dengan skor identik 1-1 (Pusat Data). Lini pertahanan yang solid membatasi gol lawan sehingga mendulang poin, tetapi di lini serang mereka jarang mencetak gol kedua. Saat menghadapi Albirex Niigata, mereka melepaskan 20 tembakan dan hanya menghasilkan 1 gol, sementara melawan Fujieda MYFC tercatat 17 tembakan untuk 1 gol. Melawan Consadole Sapporo, mereka membuat 13 tembakan dan 9 sepak pojok namun gagal mencetak gol.
Pelatih Tetsu Nagasawa mengungkapkan setelah laga kontra Consadole Sapporo bahwa meski melakukan pergantian pemain di babak kedua, pemahaman para pemain mengenai skema serangan yang diincar tidak berjalan selaras (situs resmi Shonan Bellmare, 31 Oktober). Ini membuktikan bahwa sekadar menambah jumlah tembakan bukanlah jalan keluar. Pada laga tersebut, pelatih memasukkan Hiroaki Okuno di menit ke-46, Kosuke Onose di menit ke-53, lalu Fabian Gonzalez. Gelandang Arthur Feitoza dan penyerang Yutaro Oda masih cedera (situs resmi J.League, 27 Oktober dan 10 Oktober), sehingga peran rotasi lini serang bertumpu pada pemain yang siap tampil. Bek Kazuki Dohana sudah kembali bermain pada laga sebelumnya.
Sagan Tosu berada di posisi ke-13 dengan 17 poin. Pada babak pertama melawan Jubilo Iwata, mereka menerapkan pressing tinggi hingga menciptakan sejumlah peluang namun gagal berbuah gol, sebelum kebobolan di menit ke-58 dan kembali kebobolan hingga kalah 0-2 (Saga Shimbun, 31 Oktober). Pelatih Akio Kogiku juga menyoroti masalah timnya yang tidak mampu memanfaatkan momentum bagus untuk mencetak gol dan justru kebobolan saat harus bertahan (situs resmi J.League, 3 November). Dari 4 kekalahan beruntun terakhir, termasuk 1 laga piala, 6 dari 7 gol yang bersarang ke gawang mereka terjadi di babak kedua. Dalam 4 kekalahan tandang beruntun tersebut, mereka hanya mencetak 1 gol.
Jadwal Sagan Tosu pun jauh lebih padat. Setelah laga kandang pada 25 dan 28 Oktober, mereka melawat ke markas Jubilo Iwata pada tanggal 31, dan hari ini kembali bertanding tandang (Saga Shimbun, 31 Oktober). Memang kebobolan di babak kedua tidak bisa dijelaskan semata-mata karena faktor jadwal. Saat melawan Jubilo Iwata, pressing lawan di babak kedua juga turut berpengaruh, dan di kompetisi piala mereka berhadapan dengan tim J1, Kawasaki Frontale. Kendati demikian, mempertahankan intensitas pressing babak pertama lalu menjaga kerapatan jarak antarlini pertahanan hingga babak kedua di laga tandang beruntun tetap menjadi pekerjaan rumah. Pada pertemuan Juni lalu, Sagan Tosu menang 1-0 di kandang, tetapi hari ini venue pertandingan dan jadwal terkini kedua tim jelas berbeda.
2. Analisis Matchup
Duel pertama adalah pressing lini depan Sagan Tosu melawan build-up dari lini belakang Shonan Bellmare. Jika Sagan Tosu menekan dengan 2 pemain depan, salah satu dari 3 bek Shonan Bellmare bisa mendapatkan ruang dan waktu untuk menerima bola. Agar dapat mencegah hal ini, gelandang Sagan Tosu harus ikut maju ke depan. Apabila Shonan Bellmare mampu meloloskan bola dari tekanan lewat Yuta Fukazawa dan Shohei Takeda, Hisatsugu Ishii dan Taiyo Nishino berpotensi menerima umpan di ruang kosong di belakang gelandang Sagan Tosu yang naik menekan. Sebaliknya, jika umpan terputus, Sagan Tosu bisa langsung melepaskan tembakan dari jarak dekat atau memenangkan situasi bola mati. Pressing babak pertama mereka melawan Jubilo Iwata cukup berbahaya, meski saat itu gagal menghasilkan gol (Saga Shimbun, 31 Oktober).
Duel kedua mempertemukan pergerakan Ryo Shiohama dengan trio bek Shonan Bellmare. Saat Ryo Shiohama turun dari lini depan menuju lini tengah, Yutaro Hakamata harus mengambil keputusan apakah akan mengikutinya keluar atau tetap bertahan di garis pertahanan. Jika mengikutinya, penyerang lain bisa mengeksploitasi celah di belakangnya; jika bertahan, Ryo Shiohama leluasa menerima bola menghadap ke depan. Ryo Shiohama juga berkontribusi pada gol pembuka Reiya Morishita lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok Ayumu Toyoda saat menghadapi Vanraure Hachinohe FC (Saga Shimbun, 25 Oktober). Di sisi lain, Kazuki Dohana mengakui bahwa Shonan Bellmare juga kebobolan dari situasi bola mati pada laga terakhir (Targma, 31 Oktober).
Respons Shonan Bellmare di babak kedua akan bergantung pada pemain pengganti dan tusukan dari sektor sayap. Sagan Tosu sempat kebobolan 2 gol lewat sundulan dari umpan silang saat melawan Albirex Niigata, serta kerap kebobolan di babak kedua pada rentetan kekalahan terkini. Pertanyaannya adalah apakah gelandang sayap Sagan Tosu sanggup terus mengimbangi dan bertahan sampai akhir saat Yuto Suzuki dan Soichiro Kozuki melakukan penetrasi dari sisi luar. Namun, Shonan Bellmare sendiri masih belum mampu mengonversi banyak tembakan menjadi gol. Mengandalkan intensitas serangan sayap saja sulit menjadi alasan untuk mengharapkan lahirnya banyak gol.
3. Penilaian Akhir dan Kesimpulan
Sekalipun Sagan Tosu mampu merebut bola di area tinggi pada babak pertama, jika gagal mencetak gol, kami memperkirakan Shonan Bellmare akan menambah peluang lewat pergantian pemain dan penetrasi sayap di babak kedua. Shonan Bellmare memiliki pertahanan yang hanya kebobolan 13 gol dari 14 laga liga, sedangkan Sagan Tosu cuma mengemas 1 gol dalam 4 laga tandang terakhir (Pusat Data). Dengan penyelesaian akhir Shonan Bellmare yang juga masih menyisakan catatan, kami memprediksi kemenangan tipis selisih satu gol bagi Shonan Bellmare lewat gol babak kedua dengan total gol yang minim.
Pasaran lebih mengunggulkan kemenangan Sagan Tosu. Cedera di sektor serang dan lini tengah Shonan Bellmare, efisiensi gol yang rendah, serta pressing babak pertama Sagan Tosu menjadi dasar penilaian tersebut. Namun, cedera utama Shonan Bellmare sudah berlangsung sejak laga sebelumnya, dan Sagan Tosu berulang kali kebobolan di babak kedua dalam 4 kekalahan beruntun. Pelatih Kogiku pun mengakui kelemahan timnya dalam menuntaskan peluang pada menit-menit awal (situs resmi J.League, 3 November). Berbeda dari pasaran, kami lebih condong pada skenario kemenangan Shonan Bellmare di babak kedua. Jika Sagan Tosu mampu mencuri gol lebih dulu lewat pressing babak pertama atau bola mati yang melibatkan Ryo Shiohama, potensi hasil imbang menjadi lebih terbuka.
[Kesimpulan Akhir · Berdasarkan Pasar Taruhan] Hasil akhir: Menang (Shonan Bellmare) — Sagan Tosu melakoni laga keempat dalam rentang sepuluh hari di tengah rangkaian laga tandang dan berulang kali kebobolan di babak kedua, sementara Shonan Bellmare memanfaatkan periode tersebut dengan pergantian awal babak kedua untuk memperbanyak tusukan sayap dan sepak pojok. Handicap +1: Menang (Shonan Bellmare) — Jalur gol tandang Sagan Tosu terbatas pada pressing babak pertama dan bola mati, sedangkan Shonan Bellmare yang minim kebobolan berpeluang menang atau setidaknya meraih hasil imbang. Under/Over 2.5: Under — Kedua pelatih sama-sama menyatakan bahwa penyelesaian akhir lini serang adalah pekerjaan rumah, ditambah Shonan Bellmare kehilangan opsi penyerang akibat cedera untuk memperlebar keunggulan skor.