Dimulainya kembali Liga Super menghadirkan dua ujian tempo yang berbeda. Kemenangan kandang terbaru Zhejiang diwarnai banyak gol, tetapi Shanghai Port terbiasa mengontrol bola; hal ini bisa membuat ruang setelah turnover lebih menentukan daripada skor pada laga terakhir kedua tim. Laga Qingdao vs Beijing memunculkan tanda tanya lain: mampukah Qingdao mengubah peluangnya menjadi tembakan berbahaya sebelum Beijing menguasai jalannya permainan?
Zhejiang mengalahkan Wuhan Three Towns 4–1 dan Yunnan Yukun 6–0 dalam dua kemenangan kandang terakhirnya di liga, namun dari catatan pertandingan terkini, lawan mereka mencatatkan rata-rata 17,7 tembakan. Sementara itu, sampel terbaru Shanghai Port mencatatkan 58,2% penguasaan bola dan 13,6 tembakan milik mereka sendiri, meski laga liga terakhir mereka berakhir 0–0 melawan Beijing. Jika Zhejiang dapat langsung mengalirkan bola ke depan setelah merebutnya kembali, penguasaan bola Port akan memakan biaya; sebaliknya, jika Port cepat merebut bola kembali, Zhejiang berpotensi menghabiskan banyak waktu pertandingan untuk bertahan dari serbuan tersebut.
Qingdao kalah dalam empat laga liga terakhir yang tercatat, termasuk 1–2 dari Port, sedangkan Beijing bermain imbang 0–0 kontra Port dan 1–1 di markas Dalian. Qingdao masih mencatatkan rata-rata 15 peluang dalam pertandingan terkini yang tercatat, tetapi hanya 3,8 yang tepat sasaran; sementara lawan-lawan Beijing rata-rata membuat 14,6 peluang. Hal mana yang lebih berpengaruh pada laga mendatang: Qingdao yang memperbaiki penyelesaian akhirnya, atau Beijing yang mampu menahan serangan-serangan tersebut agar tidak mencapai area berbahaya?